TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pusdiklat Indonesia Emas menggelar seminar Tantangan Guru Dalam Era Technology 4.0 Dan Society 5.0. Seminar yang berlangsung di SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali, Kota Denpasar 14 Maret 2020 ini diikuti oleh tenaga pendidik dan calon pendidik.

Seminar ini akan membuka cakrawala mindset para guru bagaimana menjadi guru untuk masa depan demi menghadapi perubahan.

"Kami LDP Pusdiklat Indonesia Emas yaitu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan ingin bersama-sama mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk siap dan siaga dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang sangat signifikan," kata perwakilan LDP Pusdiklat Indonesia, Ni Made Yuning Sari Parwati.

Pariwatu menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada kita semua bagaimana harus bertindak dalam menghadapi era industry 4.0 dan society 5.0.



Seminar kali ini menghadirkan Prof Dr Ni Made Ratminingsih, sebagai narasumber tunggal, yang merupakan lulusan magister di Deakin University, Melbourne, Victoria, Australia 1997, Wisudawan Terbaik dengan Yudisium Cumlaude Program Doktor Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta.

Dalam seminarnya, Ratminingsih menyampaikan bahwa ditengah dunia berfokus pada Industri 4.0 (Penggunaan Teknologi, Data, dan Otomatisasi), terdapat sentuhan humanisme di dalam Society 5.0 yang akan menjadi modal dasar konsep pendidikan dewasa ini.

Ia mengatakan terdapat lima Kompetensi Guru yang wajib dimiliki yakni pendidikan berbasis internet, sikap enterpreneurship terhadap teknologi, wawasan global, prediksi masa depan, pemahaman psikologi pendidikan, menciptakan SDM yang berkualitas dan mampu berpikir kritis dan kontruktif, cara guru mengajar dan siswa belajar yang fleksibel

"Akhir dari pendidikan adalah karakter, selain kompetensi dan kecerdasan. Karakter dapat diukur dari solidaritas dan spontanitas dalam merespon problem kekinian," terangnya.

Ratminingsih menjelaskan karakter mulai dikonstruksikan kepada peserta seminar baik oleh panitia pelaksana dan juga narasumber. Hal ini terlihat m dari pembagian minuman penguat imun tubuh untuk seluruh peserta, narasumber, serta partisipan seminar sebagai antisipasi mewabahnya virus corona (COVID-19).

"Internalisasi nilai-nilai vasudewa kuthumbakam (kita semua bersaudara) begitu terasa, rasa kekeluargaan bersamaan dengan aspek epistemologi dari pengetahuan dalam seminar menjadi sebuah kolaborasi indah yang dipertontonkan kegiatan ini," tambahnya.

Ia mengatakan pengetahuan yang diperoleh dalam seminar dapat diterapkan dalam ruang belajar dan dikondisikan sedemikian rupa menjadi happy learning culture menuju Indonesia Emas 2045.

Pusdiklat Indonesia Emas bernaung di  Sekolah Vokasi SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A Unggul yang memiliki reputasi baik, seluruh ekosistem pendidikan termasuk taruna/taruni-nya selain ditempa untuk memiliki kompetensi, juga berkarakter, dan berintegritas. SMK Penerbangan Cakra Nusantara  telah membuka Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang di era industri 4.0 dan society 5.0, dapat menghubungi nomor pendaftaran 03614742600 atau 081237098090 kunjungi website www.smkpenerbangan.sch.id. (*)

 

Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/258014/pusdiklat-indonesia-emas-gelar-seminar-tantangan-guru-di-era-technology-40-dan-society-50